Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT MRT Jakarta dan Shenzhen Metro di Guangdong

Jakarta – Dalam upaya untuk mengembangkan sistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan pertemuan bilateral dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok, pada Rabu, 22 April 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang pengembangan kawasan berbasis transit, atau yang dikenal sebagai transit-oriented development (TOD), yang dapat mendukung sistem transportasi di Jakarta.
Pentingnya Belajar dari Kota-Kota Maju
Dalam diskusi tersebut, Pramono menekankan perlunya belajar dari pengalaman kota-kota maju dalam pengelolaan transportasi publik. Ia menyoroti Shenzhen sebagai salah satu contoh utama, mengingat efisiensi layanan serta pengelolaan operasional sistem metronya yang patut dicontoh.
Referensi Utama dalam Sistem Transportasi
“Kami ingin membandingkan efektivitas MRT Jakarta dengan sistem transportasi di berbagai kota di dunia. Shenzhen menjadi rujukan kami karena efisiensi dalam pelayanan dan operasional,” ungkap Pramono dengan tegas.
Kesenjangan dalam Angkutan Umum
Pramono juga menyoroti adanya kesenjangan yang signifikan antara capaian transportasi publik di Jakarta dan Shenzhen. Menurut data, Shenzhen Metro mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang setiap harinya dengan panjang jaringan mencapai sekitar 635 kilometer.
Perbandingan dengan MRT Jakarta
Sementara itu, MRT Jakarta saat ini hanya melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari. Hal ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang bagi Jakarta untuk mempercepat pengembangan sistem transportasi massal yang lebih efektif.
Urgensi Pengembangan Transportasi Massal
“Ini adalah suatu urgensi, mengingat mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang setiap harinya. Oleh karena itu, pengembangan MRT harus menjadi solusi jangka panjang yang kita cari,” tambah Pramono.
Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan TOD
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyatakan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan kawasan TOD. Pengalaman Shenzhen dipandang relevan untuk menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan perkotaan di Jakarta.
- Pengembangan sistem transportasi yang efisien
- Peningkatan kualitas hidup masyarakat
- Integrasi antara transportasi dan ruang kota
- Pendekatan yang berkelanjutan dalam perencanaan kota
- Peluang investasi untuk pengembangan infrastruktur
Langkah Menuju Kota Modern
“Nota kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi kota modern, sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi di masa depan,” ujar Tuhiyat dengan optimis.
Perspektif Shenzhen Metro Group
Di sisi lain, Huang Liping, Deputy Party Secretary dan General Manager Shenzhen Metro Group, menilai langkah Jakarta dalam menjadikan TOD sebagai tulang punggung mobilitas kota sangat tepat. Ia menjelaskan bahwa sistem metro yang direncanakan dengan baik sejak awal tidak hanya berfungsi untuk memindahkan orang, tetapi juga mampu mempengaruhi ekonomi, struktur ruang kota, dan nilai properti.
Penandatanganan Nota Kesepahaman
Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group. Kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan TOD serta pembangunan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi.
Transformasi Menuju Kota Global
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang modern dan berkelanjutan. Penguatan sistem transportasi massal menjadi kunci dalam mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi masalah utama dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan secara keseluruhan.
Melalui nota kesepahaman ini, Jakarta tidak hanya berinvestasi dalam infrastruktur transportasi, tetapi juga dalam visi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih baik. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari Shenzhen, Jakarta memiliki potensi untuk menjadi model transportasi perkotaan yang efisien dan berkelanjutan di masa depan.
Penting bagi Jakarta untuk terus beradaptasi dan belajar dari keberhasilan kota-kota lain. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sosial yang lebih inklusif. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen untuk menerapkan strategi yang efektif, Jakarta dapat menciptakan sistem transportasi yang memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Polisi Siapkan 1.031 Personel untuk Amankan Demo di Jakarta Pusat
➡️ Baca Juga: Wisata Malam Goa Sunyaragi: Nikmati Keindahan Situs Bersejarah Cirebon dengan Cahaya Gemerlap dan Spot Instagramable




