ESDM Minta Produsen Bobibos Lakukan Uji Laboratorium di Lemigas untuk Validasi Keamanan

Jakarta – Dalam upaya memastikan keamanan dan kualitas produk baru di tengah tantangan energi global, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berfokus pada kolaborasi dengan produsen bahan bakar baru bernama Bobibos, yaitu PT Inti Sinergi Formula. Langkah ini diambil untuk memperkuat validasi produk sebelum memasuki pasar.
Diskusi Penting Mengenai Uji Laboratorium
Pemanggilan produsen Bobibos untuk melakukan uji laboratorium merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang digelar pada 14 April lalu. Tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah untuk menyusun rencana pengujian laboratorium yang komprehensif serta memastikan bahwa produk ini memenuhi standar dan klasifikasi yang diperlukan sebelum dipasarkan secara luas. Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, mengungkapkan hal ini dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta.
Pengujian untuk Penentuan Kategori Produk
Noor Arifin meminta agar pihak Bobibos segera melakukan pengujian yang dibutuhkan untuk menentukan klasifikasi produk mereka, apakah termasuk dalam kategori BBN (bahan bakar nabati) atau BBM (bahan bakar minyak). Penentuan ini sangat penting untuk proses regulasi dan pemasaran produk tersebut.
Proses Uji Laboratorium yang Komprehensif
Lebih lanjut, Noor menjelaskan bahwa seluruh aspek teknis pengujian akan dilakukan oleh Lemigas, lembaga pengujian yang diakui. Ia berharap agar Bobibos dapat berperan aktif dalam mengikuti langkah-langkah teknis ini, sehingga proses pengujian dapat berjalan dengan transparan dan akuntabel. M Iklas Thamrin selaku pendiri Bobibos menyatakan bahwa mereka siap untuk menjalani proses pengujian yang menyeluruh dan bertahap, dimulai dengan pengujian yang dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Aspek yang Akan Diuji
Iklas menjelaskan bahwa pengujian laboratorium oleh Lemigas akan mencakup pengujian karakteristik bahan bakar Bobibos sebelum melanjutkan ke tahap pengujian berikutnya. Beberapa aspek penting yang akan diperiksa dalam tahap awal ini antara lain:
- Sifat fisika dan kimia bahan bakar
- Stabilitas dan kompatibilitas dengan mesin
- Kemudahan mengalir dan kualitas penyalaan
- Tingkat korosivitas
- Performa bahan bakar dan emisi gas buang
Proses Pengambilan Sampel yang Standar
Selanjutnya, dalam proses awal, Lemigas akan mengambil sampel Bobibos dari tangki penyimpanan pada beberapa titik strategis. Pengambilan sampel ini akan dilakukan menggunakan wadah yang telah tersertifikasi dan dilengkapi dengan pelabelan serta berita acara pemeriksaan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengujian yang dilakukan memenuhi standar internasional.
Klasifikasi dan Parameter Bahan Bakar
Hasil dari pengujian ini nantinya akan digunakan untuk menentukan kategori bahan bakar Bobibos, apakah termasuk dalam jenis eksisting atau merupakan jenis baru. Berdasarkan hasil tersebut, parameter yang relevan akan ditentukan dan diatur untuk produk ini.
Tahapan Uji Lanjutan: Uji Jalan dan Komersialisasi
Setelah produk lolos dari uji laboratorium dan test bench, Bobibos akan memasuki tahap uji jalan atau road test. Tahap ini bertujuan untuk mensimulasikan kondisi nyata penggunaan kendaraan, termasuk aspek perjalanan dan perawatan kendaraan. Ini juga menjadi bagian dari proses uji komersialisasi dan sosialisasi produk kepada masyarakat.
Pentingnya Hasil Pengujian untuk Kebijakan Energi
Hasil dari seluruh rangkaian pengujian tersebut akan menjadi dasar bagi diseminasi riset, hilirisasi produk, serta memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah. Dengan data yang valid, pihak pemerintah dapat lebih mudah dalam menentukan kebijakan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Inovasi di Tengah Krisis Energi Global
Pada pertemuan sebelumnya, Ditjen Migas menyambut baik inovasi yang dibawa oleh Bobibos dalam konteks menghadapi krisis energi global. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan energi yang lebih bersih dan efisien.
Standarisasi Pengujian Internasional
Tahapan pengujian awal yang dilakukan oleh Lemigas dimulai dengan pengambilan sampel sesuai dengan standar internasional ASTM D4057 yang berlaku. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa semua proses pengujian berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara global.
Koordinasi antara PT Inti Sinergi Formula dan Lemigas
Dalam kesempatan tersebut, PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan Lemigas dalam memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan untuk seluruh rangkaian pengujian. Meskipun sebelumnya pihak Bobibos telah melakukan identifikasi internal, mereka menemukan bahwa spesifikasi produk Bobibos belum sepenuhnya memenuhi beberapa parameter standar yang berlaku untuk BBN maupun BBM.
Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan Bobibos dapat memberikan solusi yang inovatif dalam sektor energi, memenuhi kebutuhan pasar, dan mendukung kebijakan energi nasional yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Bupati KDS Ajak Semua Pihak Bersihkan Lingkungan dari Sampah Pasca Bencana
➡️ Baca Juga: Pemkab Bangli Tingkatkan Pengembangan Kopdes Merah Putih untuk Kemajuan Daerah



