Warga Citeko Menuntut Tindakan Tegas Pemerintah Terkait Protes Pembangunan Tower BTS

Ratusan warga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kini tengah berjuang melawan proyek pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) yang mereka anggap tidak sesuai dengan prosedur. Meskipun proyek ini dilaporkan belum memiliki izin lengkap, kegiatan pembangunan tetap dilanjutkan, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Protes Warga yang Berlangsung Lama
Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin, mengungkapkan bahwa penolakan terhadap pembangunan tower BTS telah berlangsung selama delapan bulan. Warga tidak hanya mengumpulkan tanda tangan untuk mengekspresikan penolakan mereka, tetapi juga telah menggelar aksi demonstrasi sebanyak dua kali pada tanggal 9 April 2026. Sikap warga ini berseberangan dengan keputusan Pemerintah Desa Citeko yang tetap memberikan izin untuk proyek tersebut.
“Kami merasa aspirasi kami tidak diperhatikan, sehingga kami mengadukan masalah ini kepada pihak yang lebih berwenang,” ujar Muhsin pada tanggal 20 April.
Pendampingan oleh AMBS
Muhsin menegaskan bahwa AMBS akan terus mengawal dan mendampingi masyarakat dalam perjuangan mereka. Organisasi ini berencana untuk menindaklanjuti surat kuasa dari warga dan mengajukan aduan kepada Ombudsman terkait permasalahan yang terjadi.
“Kami akan mengirimkan surat kepada penyedia layanan, camat, pemerintah kabupaten, hingga membawa masalah ini ke Ombudsman,” tambahnya.
Regulasi yang Dilanggar
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal AMBS, Ajet Basuni, menegaskan bahwa pembangunan tower BTS ini melanggar sejumlah regulasi yang ada. Ia menyebutkan bahwa proyek tersebut tidak memenuhi ketentuan dalam UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Peraturan Menteri Kominfo Nomor 2 Tahun 2021, serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup.
Ajet menekankan, “Aturan yang berlaku sangat jelas; sebelum membangun BTS, harus ada kesesuaian tata ruang dan persetujuan dari masyarakat yang tinggal dalam radius tertentu.” Ini menunjukkan betapa pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap proyek yang berpotensi mempengaruhi lingkungan mereka.
Kejanggalan dalam Proses Perizinan
Tokoh masyarakat setempat, H Anwar, juga mengungkapkan kejanggalan dalam proses perizinan proyek ini. Ia mencatat bahwa lokasi persetujuan yang diberikan oleh warga tidak sesuai dengan titik pembangunan yang sebenarnya.
“Persetujuan warga tercatat di RW 08, sementara pembangunan fisiknya terjadi di RT 01/02 RW 06. Ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang jelas,” tuturnya.
Kekhawatiran Akan Dampak Lingkungan
Selain itu, H Anwar menambahkan bahwa proyek ini belum mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan sama sekali tidak melalui proses sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga mengenai dampak keselamatan dan lingkungan dari pembangunan tower BTS.
“Kami sangat menyayangkan situasi ini, karena selama proses berlangsung, ada indikasi intimidasi terhadap Ketua RT dan RW. Bahkan, warga yang berpartisipasi dalam demonstrasi diancam akan kehilangan akses terhadap bantuan sosial,” ungkapnya.
Tuntutan Warga yang Kian Menguat
Warga Desa Citeko terus menguatkan tekad mereka untuk menuntut keadilan dan transparansi dalam proses pembangunan tower BTS. Dengan dukungan dari AMBS, mereka berharap dapat memperjuangkan hak mereka atas lingkungan yang sehat dan aman.
Berbagai langkah telah diambil, mulai dari pengumpulan tanda tangan hingga menyampaikan aduan resmi kepada pihak berwenang. Seluruh upaya ini dilakukan dengan harapan agar suara mereka didengar dan direspon dengan tindakan yang sesuai oleh pemerintah.
Mendorong Keterlibatan Masyarakat
Pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proyek pembangunan tidak dapat diabaikan. Proyek yang tidak melibatkan masyarakat berpotensi menimbulkan konflik dan ketidakpuasan, seperti yang terjadi di Citeko saat ini. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus diperkuat.
- Melibatkan masyarakat dalam proses perizinan.
- Menjalankan sosialisasi yang transparan dan terbuka.
- Memastikan semua regulasi dan ketentuan dipatuhi.
- Menyediakan saluran aduan yang efektif bagi masyarakat.
- Melakukan pemantauan dampak lingkungan secara berkala.
Keberhasilan suatu proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian fisiknya, tetapi juga dari seberapa baik proyek tersebut diterima oleh masyarakat yang terlibat. Dengan demikian, pemerintah dan penyedia layanan harus lebih responsif terhadap aspirasi dan kekhawatiran masyarakat.
Langkah Selanjutnya untuk Warga Citeko
Warga Citeko berkomitmen untuk tidak tinggal diam. Dengan dukungan AMBS, mereka berencana untuk melanjutkan perjuangan ini hingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Upaya mereka merupakan contoh nyata dari partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kesejahteraan bersama.
Keberanian warga dalam menuntut hak mereka patut dicontoh oleh masyarakat di daerah lain. Ini menunjukkan bahwa suara rakyat harus didengar dan dihargai, terutama dalam proyek yang berpotensi memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
Menjaga Lingkungan dan Keselamatan
Keputusan untuk membangun infrastruktur seperti tower BTS seharusnya tidak mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Proyek yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dapat menyebabkan masalah jangka panjang yang sulit diatasi.
Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk melakukan analisis mendalam tentang dampak lingkungan dari proyek tersebut dan melibatkan masyarakat dalam proses ini. Hanya dengan cara ini, pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dapat tercapai.
Kesadaran Hukum dan Hak Masyarakat
Warga Citeko juga berupaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat. Mereka memahami bahwa pengetahuan tentang hak-hak mereka sangat penting untuk memperjuangkan kepentingan bersama. Oleh karena itu, AMBS berencana menyelenggarakan seminar dan diskusi mengenai hak-hak masyarakat dan proses hukum terkait pembangunan.
“Kami ingin masyarakat tahu hak-hak mereka dan bagaimana cara memperjuangkannya,” ujar Muhsin, menekankan pentingnya pendidikan hukum bagi warga.
Kerjasama untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan penyedia layanan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semua pihak harus saling menghormati dan memahami kepentingan masing-masing untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan.
Dengan demikian, diharapkan proyek pembangunan tower BTS dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan semua aspek, termasuk aspirasi masyarakat, sehingga tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
Warga Desa Citeko telah menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap masa depan lingkungan dan keselamatan mereka. Dengan penegakan hak dan kewajiban yang adil, mereka berharap dapat menciptakan perubahan positif di komunitas mereka.
Perjuangan mereka adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. Setiap suara penting, dan setiap tindakan dapat membawa perubahan yang signifikan.
➡️ Baca Juga: Latihan Fungsional di Gym untuk Meningkatkan Performa Tubuh dalam Aktivitas Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Makanan yang Efektif Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi Kerja Anda



