Lestari Moerdijat: Dukung Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga untuk Keberhasilan Bersama

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya dukungan dan kerjasama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menerapkan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat interaksi keluarga dan mengembangkan karakter anak-anak di Indonesia.
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Program Satu Jam Berkualitas
Meningkatkan keterampilan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang efektif sangat krusial untuk merealisasikan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga. Lestari menjelaskan bahwa program ini, yang diinisiasi oleh pemerintah, bertujuan untuk memberikan ruang bagi orang tua untuk terlibat secara aktif dalam perkembangan anak-anak mereka. Melalui pendekatan yang lebih terarah, orang tua diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai positif dalam lingkungan keluarga.
Program ini diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 10 Maret 2026. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang baik kepada generasi penerus. Aktivitas sederhana seperti bercerita, berdialog, dan bermain bersama menjadi fondasi dari program ini, yang diharapkan dapat menciptakan ikatan yang lebih kuat antara orang tua dan anak.
Konsistensi dalam Penerapan Program
Menurut Lestari, konsistensi dalam pelaksanaan program sangat diperlukan untuk mencapai dampak positif yang diinginkan. Ia mengingatkan bahwa tantangan dalam merealisasikan program ini tidaklah mudah. Masyarakat harus bersatu padu untuk mendukung tujuan bersama ini.
Data Terkait Pelanggaran Hak Anak
Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa selama tahun 2025 terdapat 2.031 kasus pelanggaran hak anak, dengan pelaku terbanyak berasal dari orang tua kandung. Ini menunjukkan bahwa masih terdapat masalah serius dalam pola pengasuhan yang diterapkan di dalam keluarga.
Lebih lanjut, data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menunjukkan bahwa 42,25 persen anak usia dini telah terpapar ponsel dan internet. Namun, tingkat pendampingan yang diberikan oleh orang tua hanya mencapai sekitar 28,58 persen. Hal ini menandakan adanya kesenjangan yang signifikan dalam keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka.
Indikasi Lemahnya Pola Pengasuhan
Menurut Lestari, fakta tersebut mencerminkan adanya indikasi lemahnya pola pengasuhan di lingkungan keluarga. Ia berpendapat bahwa Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga harus diterapkan dengan disiplin dan tidak setengah-setengah. Orang tua perlu diingatkan untuk senantiasa terlibat dalam aktivitas sehari-hari anak, sehingga mereka dapat memahami dan mendukung perkembangan karakter anak dengan lebih baik.
Pengawasan dan Evaluasi Program
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Lestari menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi program yang ketat untuk memastikan keberlanjutan inisiatif ini. Pemerintah pusat dan daerah harus secara konsisten memastikan bahwa orang tua dapat hadir secara penuh dalam interaksi dengan anak-anak dalam pelaksanaan program ini.
Harapan untuk Penguatan Karakter Keluarga
Lestari berharap praktik baik dari penguatan karakter berbasis keluarga dapat menyebar luas ke seluruh penjuru tanah air. Ia menekankan bahwa setiap anak bangsa perlu memiliki karakter yang kuat dan daya saing di masa depan. Dengan menjalankan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga, diharapkan setiap orang tua dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih baik.
Strategi untuk Menerapkan Satu Jam Berkualitas
Agar Program Satu Jam Berkualitas dapat berjalan efektif, dibutuhkan beberapa strategi yang dapat diimplementasikan oleh setiap keluarga. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
- Membangun Rutinitas: Ciptakan waktu khusus setiap hari untuk berinteraksi dengan anak, baik itu melalui bercerita, bermain, atau berdialog.
- Meningkatkan Kualitas Interaksi: Pastikan bahwa waktu yang dihabiskan bersama anak berkualitas, dengan fokus penuh dan tanpa gangguan dari perangkat elektronik.
- Memberikan Contoh yang Baik: Selalu tunjukkan perilaku positif yang ingin diajarkan kepada anak, karena mereka cenderung meniru perilaku orang tua.
- Melibatkan Anak dalam Aktivitas Sehari-hari: Ajak anak untuk terlibat dalam kegiatan rumah tangga yang sederhana, sehingga mereka belajar tanggung jawab dan kerjasama.
- Menjadi Pendengar yang Baik: Berikan perhatian penuh dan dengarkan apa yang ingin disampaikan anak, agar mereka merasa dihargai dan didengar.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, diharapkan setiap keluarga dapat menjalankan Program Satu Jam Berkualitas dengan lebih efektif. Ini bukan hanya tentang waktu yang dihabiskan, tetapi juga tentang kualitas interaksi yang terjalin di dalam keluarga.
Peran Masyarakat dalam Mendukung Program
Selain peran aktif orang tua, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberhasilan Program Satu Jam Berkualitas. Berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah daerah, perlu berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengasuhan anak yang baik.
Program-program pelatihan dan penyuluhan tentang pola asuh yang baik dapat diadakan untuk membantu orang tua meningkatkan keterampilan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran akan pentingnya interaksi yang berkualitas dalam keluarga.
Mengembangkan Program Komunitas
Penting juga untuk mengembangkan program komunitas yang mendorong interaksi antar keluarga. Misalnya, kegiatan seperti kelompok bermain, seminar parenting, atau lokakarya dapat menjadi wadah bagi orang tua untuk berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain.
Dengan adanya dukungan dari masyarakat, program ini dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pengembangan karakter anak-anak di Indonesia.
Mengukur Keberhasilan Program Satu Jam Berkualitas
Untuk memastikan bahwa Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga memberikan hasil yang diharapkan, penting untuk melakukan pengukuran keberhasilan secara berkala. Ini bisa dilakukan melalui survei, wawancara, atau observasi langsung terhadap interaksi keluarga.
Data yang diperoleh dari pengukuran ini dapat memberikan gambaran tentang sejauh mana program ini diterima dan diterapkan oleh masyarakat. Dari sini, langkah-langkah perbaikan dan inovasi dapat dilakukan untuk terus meningkatkan efektivitas program.
Menjadi Bagian dari Perubahan
Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat. Dengan berpartisipasi aktif dalam Program Satu Jam Berkualitas, kita semua dapat berkontribusi pada masa depan anak-anak bangsa yang lebih baik. Mari kita bersama-sama mendukung upaya ini agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih dan perhatian.
Dengan demikian, Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga bukan sekadar inisiatif, tetapi sebuah gerakan yang memerlukan komitmen dan kolaborasi dari semua pihak. Mari kita wujudkan visi ini untuk menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing di masa depan.
➡️ Baca Juga: Dapatkan Penghasilan Online sebagai Asisten Seller untuk Mengelola Beragam Produk
➡️ Baca Juga: Sandro Tonali Terancam Absen di Play-off Piala Dunia Akibat Kekalahan Newcastle di Camp Nou



