The Harvest Mengoptimalkan 100 Gerai dalam Menyebarkan Kebahagiaan di Bulan Ramadan

Dalam memperingati bulan Ramadhan yang suci dan penuh berkah, The Harvest, perusahaan ritel makanan ternama, meluncurkan inisiatif sosial berjudul “Let Eid Be The Light”. Program ini dirancang untuk menyebarluaskan kebahagiaan kepada anak yatim piatu, melalui serangkaian kegiatan yang berlangsung dari awal Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 2026. Program ini bukan hanya bertujuan untuk mempererat ikatan silaturahmi tetapi juga menciptakan momen berharga yang dipenuhi kebahagiaan dan kehangatan bagi anak-anak yatim piatu yang terlibat.
Penekanan pada Makna Berbagi di Ramadhan
The Harvest mengambil inisiatif ini sebagai bentuk refleksi perusahaan terhadap arti penting dari berbagi selama bulan Ramadhan. Sylvia Andriani Rizal, CEO PT Sentra Aktaha Horeca dan pemimpin The Harvest, menekankan bagaimana produk-produk The Harvest, seperti kue, cookies, dan hampers, selaras dengan konsep kebahagiaan. Biasanya, pelanggan memilih produk The Harvest untuk merayakan momen-momen penting dalam hidup mereka.
Namun, Sylvia juga menambahkan bahwa perusahaan sangat menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk merayakan hari-hari besar dengan penuh sukacita. Sebagai contoh, ia menyebutkan bencana alam seperti banjir yang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Sumatera, yang membatasi kemampuan sebagian masyarakat untuk merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan layak.
Pemanfaatan Jaringan Gerai untuk Menyebarkan Kebaikan
Menyikapi hal tersebut, The Harvest mengoptimalkan 100 gerai yang mereka miliki sebagai cara untuk memobilisasi partisipasi publik dalam program ini. Sylvia berharap setiap gerai dapat berfungsi sebagai “cahaya kecil” yang menyebarluaskan kebaikan di tengah masyarakat. Ia percaya bahwa setiap tindakan baik bisa menyebar seperti cahaya dan jika setiap toko dan konsumen berpartisipasi, dampak positifnya dapat dirasakan oleh banyak orang.
Simbolisasi “Cahaya” sebagai Perubahan Diri
Selain itu, dalam acara yang sama, psikolog Intan Erlita memberikan pemahaman tentang bagaimana “cahaya” dapat diartikan sebagai simbol perubahan diri saat menjalankan ibadah puasa. Menurut Intan, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menemukan versi terbaik dari diri melalui proses kesadaran diri atau mindfulness. Konsep ini sebenarnya sudah lama ada dalam tradisi Islam melalui praktik muhasabah.
Dengan inisiatif ini, The Harvest berharap partisipasi masyarakat dapat terus tumbuh sehingga semangat berbagi selama bulan Ramadhan dapat mencapai lebih banyak orang yang membutuhkan. Mereka percaya bahwa dengan kerjasama dan partisipasi semua pihak, dampak positif ini dapat merambah lebih luas lagi.
➡️ Baca Juga: Strategi Khusus Kemenpar untuk Lindungi Pariwisata RI dari Dampak Konflik Timur Tengah
➡️ Baca Juga: Melaksanakan Evakuasi Warga Akibat Banjir Setinggi 4 Meter di Periuk Damai



