Ulasan Google Pixel 10a: Perubahan Kecil dengan Nilai yang Tetap Mengagumkan

Selama beberapa tahun terakhir, ponsel Pixel seri A dari Google telah menjadi salah satu pilihan terbaik di segmen midrange. Dengan meningkatnya permintaan akan teknologi AI yang mengakibatkan kekurangan memori dan harga barang elektronik yang melonjak, termasuk smartphone, perangkat terjangkau seperti Google Pixel 10a kini semakin dibutuhkan. Untungnya, ponsel terbaru dari Google ini tetap menawarkan nilai yang luar biasa, meski tidak banyak membawa peningkatan.
Meskipun ada sedikit perubahan, Pixel 10a tetap menjadi pilihan yang sangat baik bagi mereka yang mencari smartphone dengan harga terjangkau.
Cerita di balik Pixel 10a adalah tentang perubahan kecil namun signifikan, jadi mari kita mulai dari desainnya. Ponsel ini tersedia dalam empat pilihan warna: lavender, berry, fog, dan obsidian. Warna lavender, yang terlihat pada gambar, memiliki keindahan yang sulit ditangkap oleh foto. Secara langsung, pantulan cahaya pada permukaan bingkai aluminium dan bagian belakang kompositnya terlihat menawan. Bagian belakang ponsel juga memiliki finishing matte yang memberikan rasa nyaman saat digenggam. Salah satu peningkatan yang patut dicatat adalah modul kamera yang kini lebih ramping, sehingga Pixel 10a dapat diletakkan rata tanpa bergoyang. Seperti sebelumnya, ponsel ini juga memiliki sertifikasi IP68, menjadikannya tahan terhadap debu dan air. Untuk penggemar DIY, Google menyatakan bahwa mereka telah merancang ulang bagian dalam 10a agar lebih mudah untuk diperbaiki, yang patut diapresiasi.
Di luar perubahan tersebut, Pixel 10a dilengkapi layar P-OLED yang lebih cerah dengan refresh rate 120Hz, yang kini menawarkan kecerahan hingga 3.000 nits, meningkat dari 2.700 nits pada model sebelumnya. Layar ini juga lebih tahan terhadap goresan dan benturan berkat penggunaan Gorilla Glass 7i sebagai pelapis. Meskipun perubahan ini terbilang minim, performa layar Pixel 10a sangat memuaskan. Layar tersebut responsif, cepat, dan berwarna cerah. Sensor sidik jari di layar juga diletakkan di posisi yang mudah dijangkau, tepat di tengah ponsel. Setelah menguji berbagai ponsel besar baru-baru ini, kembali menggunakan perangkat dengan ukuran 6,3 inci terasa menyenangkan.
Belakangan ini, saya telah terbiasa dengan ponsel seperti OnePlus 15R yang dilengkapi baterai 7.400mAh dan pengisian cepat 55 watt. Dalam perbandingan ini, Pixel 10a yang memiliki baterai 5.100mAh terasa kurang memuaskan. Dalam uji ketahanan video yang dilakukan oleh Engadget, ponsel ini bertahan selama 28 jam sebelum akhirnya mati, yang sama dengan hasil Pixel 9a tahun lalu. Meskipun angka tersebut menunjukkan bahwa 10a berada di posisi yang cukup baik untuk masa pakai baterai, saya khawatir masa pakai ini bisa menjadi isu seiring waktu. Seperti halnya ponsel lainnya, semakin tua ponsel ini, semakin sering Anda harus mengisi daya, yang dapat mempercepat degradasi baterai.
Google juga telah meningkatkan kecepatan pengisian daya dengan model baru ini, yang kini dapat diisi daya pada 30 watt, naik dari 23 watt pada model 9a. Namun, Anda perlu menyediakan adaptor daya yang kompatibel, karena Pixel 10a tidak menyertakan adaptor dalam paket penjualannya.
➡️ Baca Juga: Netflix Mengakuisisi Startup AI yang Didirikan oleh Ben Affleck untuk Inovasi Teknologi
➡️ Baca Juga: CAS Perbarui Sanksi Skandal Naturalisasi Malaysia: Pemain Dapat Latihan, FAM Bayar Denda Rp 7,6 Miliar
