Quraish Shihab Mengulas Kesempurnaan Al-Qur’an: Sorotan pada Keseimbangan Kata yang Unik

Di tengah perayaan Nuzulul Qur’an tingkat nasional pada tahun 1447 H/ 2026 M, yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Quraish Shihab, seorang pemuka agama dan pakar tafsir, membuka wawasan tentang keindahan dan kesempurnaan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Kesempurnaan Al-Qur’an Menurut Quraish Shihab
Quraish Shihab, dalam ceramahnya, membahas bahwa Al-Qur’an dalam bahasa berarti bacaan yang sempurna. Kesempurnaan kitab suci ini, menurutnya, terbukti dalam berbagai aspek, termasuk dalam aturan pembacaannya yang menghasilkan disiplin ilmu tajwid.
“Terkait dengan bahasa, Al-Qur’an berarti bacaan yang sempurna. Banyak bukti yang menguatkan kesempurnaan Al-Qur’an, salah satunya adalah bagaimana dibentuknya aturan bacaan yang akhirnya melahirkan ilmu tajwid,” ujar Quraish Shihab dalam perayaan tersebut.
Shihab juga menekankan bahwa universalitas dan kemudahan akses Al-Qur’an ditunjukkan oleh fakta bahwa buku suci ini dibaca oleh mereka yang memahami maknanya dan juga oleh mereka yang tidak.
Keindahan Keseimbangan Kata dalam Al-Quran
Quraish Shihab juga menyoroti keindahan keseimbangan dalam penggunaan kata-kata di Al-Qur’an. Sebagai contoh, frekuensi kata ‘yaum’ (hari) yang muncul sebanyak 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam setahun. Sementara itu, kata ‘bulan’ hanya muncul 12 kali, dan kata ‘hari-hari’ dalam bentuk jamak hanya muncul 30 kali.
“Frekuensi kata yaum (hari) di Al-Qur’an sebanyak 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam setahun. Kata ‘bulan’ hanya muncul 12 kali, dan ‘hari-hari’ dalam bentuk jamak hanya muncul 30 kali, meskipun Al-Qur’an seringkali diturunkan dengan mendadak tanpa Nabi menunggunya,” tutur Quraish.
Selain itu, Shihab juga menyampaikan bahwa kata-kata yang berlawanan atau antonim di Al-Quran memiliki jumlah yang seimbang. Misalnya, jumlah kata ‘panas’ sama dengan ‘dingin’, ‘iman’ sama dengan ‘kufur’, dan ‘kebajikan’ sama dengan ‘keburukan’.
Tantangan Ilahi dan Bukti Bukan Karya Manusia
Menurut Quraish Shihab, keunikan dan keseimbangan ini adalah bukti yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah hasil ciptaan manusia. Bahkan, ia menyebutkan tantangan dari Allah SWT bagi siapa saja yang meragukan keaslian Al-Qur’an untuk membuat satu surah yang sebanding.
Tantangan ini tercatat dalam Surah Al-Baqarah ayat 23-24 dan Al-Isra’ ayat 88. “Kata-kata dalam Al-Qur’an memiliki keseimbangan. Kata ‘panas’ memiliki jumlah yang sama dengan ‘dingin’, ‘iman’ memiliki jumlah yang sama dengan ‘kufur’, dan ‘kebajikan’ memiliki jumlah yang sama dengan ‘keburukan’. Dampak dari setiap kata juga seimbang, ini adalah salah satu dari banyak bukti yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah hasil ciptaan manusia,” tegas Quraish Shihab.
Informasi mengenai kesempurnaan Al-Qur’an ini disampaikan dalam ceramah Quraish Shihab dalam acara Nuzulul Qur’an tingkat nasional.
➡️ Baca Juga: Kenaikan Tarif Tol Semarang-Batang Jelang Lebaran: Informasi Terkini
➡️ Baca Juga: Kenaikan Harga Minyak Mentah Indonesia Februari 2026: Dampak Ketegangan Geopolitik dan Penurunan Produksi Global




