Porter Stasiun Pasar Senen, Raup Rezeki di Tengah Ramainya Pemudik

Jakarta: Di tengah padatnya arus mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, sejumlah porter tetap bekerja melayani penumpang yang datang dan pergi. Bagi mereka, momen mudik justru menjadi kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari meningkatnya jumlah penumpang dan barang bawaan.<br />

<br />

Stasiun menjadi salah satu titik tersibuk menjelang hari raya, dengan lalu lintas penumpang yang terus meningkat dan membawa barang dalam jumlah besar. Kondisi ini membuat para porter harus bekerja lebih lama tanpa banyak waktu istirahat.<br />

<br />

Dengan durasi kerja hingga 12 jam per hari, para porter menyusuri peron membantu memindahkan barang di tengah keramaian. Salah satunya Slamet Riyadi, porter yang telah bekerja sejak 1996, merasakan peningkatan jumlah angkutan saat musim mudik. &ldquo;Pendapatan pasti meningkat. Kalau hari biasa bisa lima sampai tujuh kali angkut, saat Lebaran bisa sampai 10 hingga 12 kali,&rdquo; ujarnya.<br />

<br />

Peningkatan jumlah barang yang dibawa pemudik turut berdampak pada tingginya kebutuhan jasa porter. Seorang pengguna jasa, Ahok, mengaku terbantu dengan layanan tersebut. &ldquo;Kalau bawa barang banyak, saya pakai porter. Lebih nyaman dan tidak repot. Tarifnya sekitar Rp38 ribu atau lebih, tergantung kemampuan kita,&rdquo; katanya. Bagi para porter, momen ini menjadi kesempatan mengumpulkan penghasilan sebelum merayakan Lebaran bersama keluarga.

➡️ Baca Juga: Profil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman: Jejak Karier Politik dan Kasus OTT KPK

➡️ Baca Juga: Strategi Meningkatkan Pendapatan Melalui Penyusunan Deskripsi Produk yang Menarik untuk Penjual Online

Exit mobile version