Mudik Lebaran 2026 Menggunakan Ferry, 2,59 Juta Penumpang dan 667 Ribu Kendaraan Tercatat

Mudik Lebaran adalah tradisi tahunan yang menjadi momen penting bagi banyak masyarakat Indonesia. Dalam rangka menyambut mudik Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan bahwa arus mudik berjalan dengan baik berkat persiapan yang matang dan kolaborasi antara berbagai pihak terkait. Dengan total 2.596.597 penumpang dan 667.526 kendaraan yang berhasil diangkut, angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai statistik dan strategi yang diterapkan untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini.
Statistik Penumpang dan Kendaraan Selama Mudik Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry melaporkan bahwa selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah, jumlah penumpang yang tercatat mencapai 2.596.597 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu, di mana total penumpang mencapai 2.463.910 orang. Peningkatan jumlah pemudik ini mencerminkan antusiasme masyarakat untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Selain jumlah penumpang, total kendaraan yang diangkut juga mencatatkan angka yang menggembirakan. Sebanyak 667.526 unit kendaraan berhasil dibawa menyeberang, meningkat sebesar 7,2 persen dari 622.604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa semakin banyak masyarakat yang memilih menggunakan moda transportasi ferry untuk mudik tahun ini.
Data Harian Arus Mudik
Pada hari H mudik, tepatnya tanggal 21 Maret 2026, tercatat sebanyak 156.838 penumpang yang melakukan perjalanan, yang mengalami peningkatan sebesar 1,7 persen dibandingkan 154.237 penumpang pada tahun lalu. Di sisi lain, jumlah kendaraan yang diangkut pada hari yang sama mencapai 40.066 unit, meningkat 0,6 persen dari 39.811 unit pada tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan tren positif dan kesiapan masyarakat dalam merencanakan perjalanan mereka.
Strategi Kesiapan Layanan Penyeberangan
PT ASDP Indonesia Ferry memastikan bahwa layanan penyeberangan selama arus mudik berjalan dengan lancar dan terkendali. Meskipun ada peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat, perusahaan telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa. Direksi ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa mereka telah memperkuat kapasitas operasional dan meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Berikut adalah beberapa langkah yang diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik:
- Peningkatan kapasitas operasional kapal.
- Penguatan layanan pelanggan di pelabuhan.
- Koordinasi intensif dengan pihak terkait.
- Penegakan keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan.
- Penerapan sistem pengalihan lalu lintas di beberapa titik strategis.
Koridor Vital: Lintasan Jawa-Sumatra-Bali
Lintasan Jawa-Sumatra-Bali tetap menjadi jalur tersibuk dan paling vital dalam jaringan transportasi nasional. Untuk menjaga kelancaran arus, ASDP menerapkan berbagai penyesuaian dalam pola operasi kapal. Hal ini mencakup kesiapan personel serta rekayasa lalu lintas yang melibatkan pengalihan kendaraan di sejumlah titik buffer zone. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan.
Pengalihan Layanan dan Optimalisasi Arus Balik
Dalam rangka mengatur arus balik, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara, khusus untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX dari tanggal 23 hingga 29 Maret 2026. Kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak. Pengalihan ini bertujuan untuk mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata dan efisien.
Pola Tiba-Bongkar-Berangkat yang Dinamis
Pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat proses bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan waktu tunggu penumpang dan kendaraan dapat diminimalisir, sehingga pengalaman perjalanan menjadi lebih baik. Hal ini juga didukung oleh optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk yang memperkuat pengendalian operasional secara real-time.
Kesiapan Arus Balik dan Ketersediaan Tiket
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat kesiapan arus balik. Hingga H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa-Sumatera dan Jawa-Bali masih mencapai 98,66 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ASDP telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang matang untuk menghadapi lonjakan penumpang pada saat arus balik.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka lebih awal dan membeli tiket melalui platform online seperti Ferizy sejak H-60. Penting juga untuk memastikan bahwa data penumpang akurat dan datang ke pelabuhan tepat waktu agar proses boarding dapat berjalan dengan lancar.
Program Diskon Tarif untuk Masyarakat
ASDP juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa dengan potongan tarif yang mencapai hingga 100 persen. Diskon ini mencakup sekitar 21,9 persen dari total tarif jasa pelabuhan, memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik.
Dengan berbagai persiapan dan langkah strategis yang telah diambil, mudik Lebaran 2026 diharapkan akan berjalan lebih lancar dan aman. Keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kelancaran arus mudik menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang positif bagi masyarakat.
➡️ Baca Juga: HYBE Meminta Maaf Terkait Dampak Konser Comeback BTS di Gwanghwamun
➡️ Baca Juga: Contraflow Diberlakukan Hari Ini, One Way Dilaksanakan Tanggal 24 Maret 2023




