Pada tanggal 13 Maret, Moskow memberi peringatan bahwa stabilitas pasar energi global tidak dapat dipertahankan tanpa minyaknya. Ini merupakan upaya peningkatan tekanan terhadap Washington untuk mencabut lebih banyak sanksi di tengah perang yang tengah berlangsung di Timur Tengah yang telah mengganggu pasokan.
AS Melonggarkan Sanksi Minyak terhadap Rusia
Pada kenyataannya, Amerika Serikat telah melonggarkan beberapa sanksi minyak terhadap Rusia yang sebelumnya diberlakukan akibat invasinya ke Ukraina. Sementara itu, serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran dan serangan balasan dari Teheran di kawasan Teluk telah menyebabkan kekacauan di sektor energi dan transportasi dunia, hampir menghentikan seluruh aktivitas di Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis.
Peran Minyak Russia dalam Stabilitas Pasar Energi Global
Departemen Keuangan Amerika Serikat telah memberikan izin sementara untuk penjualan minyak dari Russia, salah satu produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia. Ini merupakan upaya negara-negara untuk meningkatkan pasokan dan menurunkan harga minyak, yang melonjak hingga hampir $120 per barel minggu ini, harga tertinggi sejak pandemi.
Pencabutan Sanksi oleh Washington
Utusan ekonomi Russia, Kirill Dmitriev, pada hari Jumat mengemukakan bahwa pencabutan sanksi oleh Washington tampaknya semakin tak terhindarkan. Ia menulis di Telegram, “Amerika Serikat pada dasarnya mengakui hal yang sudah jelas: tanpa minyak Russia, pasar energi global tidak dapat tetap stabil.” Ditambah lagi, di tengah krisis energi yang semakin meningkat, pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan sumber energi Russia tampaknya semakin tak terhindarkan, meskipun ada perlawanan dari beberapa pihak di birokrasi Brussel.
Perlawanan dari G7
Presiden Prancis Emmanuel Macron, negara yang saat ini memegang jabatan presiden bergilir Kelompok Tujuh negara maju, mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz “sama sekali tidak” membenarkan pencabutan sanksi terhadap Russia. “Konsensusnya adalah kita tidak boleh mengubah posisi kita terhadap Russia dan harus mempertahankan upaya kita terhadap Ukraina,” kata Macron setelah panggilan video dengan para pemimpin G7 lainnya yang membahas dampak ekonomi dari perang AS-Israel dengan Iran.
Pemberian Izin oleh Departemen Keuangan AS
Pada hari Kamis, Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin yang mengotorisasi pengiriman dan penjualan minyak mentah dan produk minyak bumi Russia yang telah dimuat di kapal pada atau sebelum pukul 12:01 pagi Waktu Bagian Timur tanggal 12 Maret, hingga pukul 12:01 pagi tanggal 11 April. Izin ini diberikan setelah Washington pekan lalu untuk sementara mengizinkan minyak Russia yang terdampar di laut untuk dijual ke India.
Poin Penting dari Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan bahwa otorisasi untuk India tersebut adalah “langkah jangka pendek yang dirancang secara khusus.” Dengan demikian, perhatian global terhadap isu ini tetap penting, dan strategi serta kebijakan masing-masing negara akan sangat menentukan jalannya pasar energi global.
➡️ Baca Juga: Draf Lagu John Lennon yang Ditemukan Fans Kini Berharga Miliaran!
➡️ Baca Juga: Sule Minta Maaf kepada Netizen Setelah Konten di Rumah Vidi Aldiano Menimbulkan Kontroversi
