Harimau Sumatera, salah satu spesies harimau yang paling terancam punah, sedang menghadapi tantangan serius untuk kelangsungan hidupnya. Kebakaran hutan yang melanda wilayah Sumatera semakin merusak habitat utama mereka dan memberikan ancaman serius terhadap kehidupan mereka. Terlebih lagi, kebakaran ini terjadi bukan hanya karena alam, tapi juga karena ulah manusia. Upaya pemadaman kebakaran oleh Kementrian Kehutanan, melibatkan unit Manggala Agni, telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Riau dan Kepulauan Riau. Wilayah-wilayah ini termasuk dalam habitat utama Harimau Sumatera.
Penanganan Kebakaran Hutan di Habitat Harimau Sumatera
Menurut Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, unit Manggala Agni telah dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Bahkan, selama proses pemadaman, mereka sempat berhadapan langsung dengan Harimau Sumatera.
Tantangan dalam Penanganan Kebakaran
Ferdian menjelaskan bahwa dalam proses penanganan kebakaran hutan ini, mereka menghadapi berbagai tantangan. Selain harus menjaga kondisi fisik agar tetap fit selama bulan puasa, mereka juga harus berhadapan dengan cuaca yang sangat panas dan menghadapi ancaman dari satwa liar. Sebagai contoh, pada suatu malam di Pulau Muda, Pelalawan, mereka menemukan seekor Harimau Sumatera di lokasi pemadaman. Hal ini membuat mereka harus berhati-hati dan menjaga keselamatan selama bekerja.
Untuk menjaga keselamatan petugas dan juga Harimau Sumatera, mereka berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau.
Upaya Pemadaman Kebakaran
Unit Manggala Agni terus bekerja keras untuk memadamkan api di berbagai titik di Sumatera. Beberapa wilayah yang menjadi fokus adalah Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Batam.
Lokasi Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Di Kabupaten Kampar, kebakaran terjadi di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang. Sedangkan di Kabupaten Bengkalis, api muncul di Desa Sukarjo Mesim dan Desa Teluk Lecah Kecamatan Rupat, serta Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana.
Di Kabupaten Indragiri Hilir, kebakaran berada di Desa Tanjung Pidada Kecamatan Tempuling. Kobaran api juga melanda Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti di Kabupaten Pelalawan. Sedangkan di Provinsi Kepulauan Riau, kebakaran terjadi di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam.
Luas Kebakaran Hutan
Berdasarkan analisa citra satelit oleh Kementerian Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektar. Sebanyak 94 persen dari total luas ini berada di lahan gambut. Dua kabupaten dengan kebakaran hutan terluas adalah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis.
Sedangkan di Kepulauan Riau, luas kebakaran hutan dan lahan tercatat sebesar 1.162,52 hektar. Ferdian Krisnanto menyebutkan bahwa Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis saat ini menjadi fokus utama untuk pemadaman dan pencegahan. Tim di lapangan terus bekerja secara intensif untuk mengendalikan situasi dan mencegah potensi perluasan kebakaran.
➡️ Baca Juga: DPR Mulai Susun Draf RUU Hukum Perdata Internasional untuk Perlindungan Hukum Lintas Negara
➡️ Baca Juga: Mudik Gratis Polres Bogor Diserbu 1.063 Pendaftar dalam 12 Menit