Jakarta – Dalam upaya untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi, hari ini penerapan contraflow atau rekayasa lalu lintas lawan arah diberlakukan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, pada tanggal 24 Maret 2023, sistem one way akan diterapkan mulai dari Kalikangkung untuk mengatur arus kendaraan.
Penerapan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bekerja sama dengan pihak kepolisian telah memutuskan untuk menerapkan sistem contraflow di jalur tol Jakarta-Cikampek pada hari kedua Lebaran, yang jatuh pada hari Minggu. Keputusan ini diambil untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan meningkat saat arus mudik Lebaran berlangsung.
Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, menyatakan bahwa pihaknya sepenuhnya mendukung keputusan pihak kepolisian untuk menerapkan contraflow antara kilometer 55 hingga kilometer 70 menuju Cikampek. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur tersebut.
Penerapan contraflow dimulai pada pukul 12.24 WIB dengan tujuan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang menuju wilayah Timur Trans Jawa selama periode mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026. Hal ini merupakan respons terhadap prediksi yang menyebutkan bahwa banyak pengguna jalan akan bergerak menuju daerah tersebut pada hari-hari tersebut.
Koordinasi dan Keamanan Lalu Lintas
Rekayasa lalu lintas melalui sistem contraflow ini dilaksanakan secara situasional, berdasarkan kondisi arus lalu lintas aktual di lapangan. Koordinasi yang baik antara JTT dan pihak kepolisian sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. Dengan langkah ini, diharapkan arus kendaraan akan lebih teratur dan tidak terjadi kemacetan yang berkepanjangan.
Contraflow dianggap sebagai salah satu metode efektif untuk mengatasi kepadatan kendaraan yang menuju Cikampek. Selain itu, sistem ini juga bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas ke arah wilayah Timur Trans Jawa. JTT dan kepolisian akan terus memantau kondisi lalu lintas secara intensif untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan dengan optimal.
Pentingnya Keselamatan Berkendara
JTT mengimbau kepada semua pengguna jalan tol Trans Jawa untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Sebelum memulai perjalanan, pastikan bahwa kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan baik. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan.
- Periksa kondisi fisik pengemudi.
- Pastikan kendaraan dalam keadaan prima.
- Jaga jarak aman dengan kendaraan lain.
- Perhatikan rambu-rambu lalu lintas.
- Ikuti petunjuk dari petugas di lapangan.
Di samping itu, pengguna jalan juga diharapkan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca selama perjalanan. Pastikan juga saldo uang elektronik mencukupi untuk membayar tol dan rencanakan perjalanan dengan matang agar tidak terjebak dalam kemacetan.
Penerapan One Way pada Tanggal 24 Maret 2023
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan melaksanakan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2023. Langkah ini diambil untuk mengurangi potensi kemacetan yang dapat terjadi saat banyaknya kendaraan yang kembali dari mudik.
Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa pihaknya memperkirakan arus puncak akan terjadi pada tanggal 24. Namun, langkah-langkah strategis sudah mulai dilakukan sejak tanggal 22 dan 23 Maret, termasuk kemungkinan penerapan one way lokal pada tahap pertama.
Rencana Skema One Way
Selain penerapan one way lokal, Korlantas juga akan menerapkan skema one way nasional dari kilometer 414 Kalikangkung, Semarang, hingga kilometer 70 di Tol Jakarta-Cikampek pada tanggal 24 Maret. Hal ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan arus balik berjalan lancar sesuai dengan arahan dari Kapolri.
“Kami pasti akan melaksanakan one way nasional pada arus balik yang direncanakan sesuai dengan instruksi dari Kapolri, dan kemarin saya sudah melaporkan kepada Menteri Perhubungan dan Direktur Utama Jasa Marga serta Jasa Raharja. Rencananya akan kita flag off untuk arus balik pada 24,” jelas Agus Suryonugroho.
Prediksi mengenai puncak arus balik Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menunjukkan bahwa tanggal 24 Maret 2026 akan menjadi hari yang sibuk di jalan. Oleh karena itu, penerapan contraflow dan one way diharapkan dapat meminimalisir kemacetan yang sering terjadi pada saat-saat tersebut.
Kesimpulan
Penerapan contraflow dan skema one way merupakan upaya strategis dari pihak berwenang untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi pada saat arus mudik dan arus balik. Dengan koordinasi yang baik antar instansi, diharapkan pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat dalam pengaturan lalu lintas di jalan tol.
➡️ Baca Juga: Game Viral Menantang Pemain Untuk Berperan Sebagai AI: Strategi Unik yang Menarik Perhatian
➡️ Baca Juga: Gak Cuma realme 16, TWS realme Buds Clip dan Buds Air8 Juga Rilis di Indonesia
