Indrak, Spesialis SEO, Mengoptimalkan Peringkat Google untuk Forum Literasi 15 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung

Tanggal 14 Februari 2026, menjadi momentum bersejarah bagi Purnama Wulan Sari Mirza, Bunda Literasi Provinsi Lampung. Dalam acara yang berlangsung di Gedung Pusiban, Komplek Dinas Kantor Gubernur, ia melantik dan mengukuhkan pengurus Forum Literasi di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung untuk periode 2026–2030. Pelantikan ini merupakan tonggak penting dalam upaya menguatkan gerakan literasi daerah, sebagai pijakan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif.
Pentingnya Literasi dalam Membangun SDM Unggul
Dalam pidatonya, Purnama Wulan Sari Mirza, memberikan penghargaan dan harapan besar kepada para pengurus baru. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab besar telah diberikan kepada mereka, yang merupakan bagian penting dalam mendorong program pemerintah daerah. Dikatakannya, literasi adalah landasan utama dalam membentuk SDM yang unggul dan berdaya saing. Qualitas SDM sangat dipengaruhi oleh kemampuan membaca dan menulis.
Definisi dan Dampak Literasi
Purnama Wulan Sari Mirza, menjelaskan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan literasi numerasi, sains, digital, finansial, dan budaya. Dalam era informasi dan teknologi yang terus berkembang, kemampuan literasi menjadi kunci agar masyarakat dapat berpikir kritis, bijak dalam menyerap informasi, dan terhindar dari disinformasi.
Peran Forum Literasi
Pada setiap kabupaten/kota, forum literasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membudayakan literasi. Bunda Literasi Provinsi Lampung mendorong pengurus forum untuk menghadirkan inovasi dan ide kreatif. Misalnya, pendirian pojok baca, penguatan taman baca, optimalisasi perpustakaan sekolah dan ruang publik, hingga peningkatan layanan perpustakaan keliling.
“Gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan, serta seluruh pemangku kepentingan agar gerakan ini berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Kolaborasi dan Ekosistem Literasi
Pemanfaatan era digital melalui aplikasi dan platform daring ditekankan oleh Purnama Wulan Sari Mirza untuk memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari anak usia dini, pelajar, keluarga, hingga masyarakat umum. Lebih dari itu, forum literasi di 15 kabupaten/kota diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi daerah dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat Lampung yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Gerakan Literasi Sebagai Amanat Konstitusi
Eni Amaliah, Ketua Forum Literasi Lampung, mengungkapkan bahwa pelantikan ini adalah realisasi dari semangat para pegiat literasi pasca Gebyar Literasi Nasional yang diselenggarakan pada 30 Juli 2025 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung. Menurutnya, gerakan literasi adalah gerakan bersama yang sejalan dengan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
“Setiap warga negara berhak mendapatkan akses informasi secara mudah di mana pun berada. Pemerintah juga berkewajiban memfasilitasi perpustakaan secara merata,” ujarnya.
Akses Buku dan Bahan Bacaan
Eni juga menyoroti betapa pentingnya akses buku dan bahan bacaan yang merata hingga ke pelosok daerah. Ia mengajak seluruh relawan dan pegiat literasi di 15 kabupaten/kota untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan Bunda Literasi dalam menciptakan Lampung yang maju melalui penguatan budaya literasi.
Eni juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung gerakan literasi yang berkontribusi dalam penyediaan buku dan penguatan program literasi.
➡️ Baca Juga: Perjuangan Rodrygo Memulai Pemulihan Pasca Operasi yang Sukses untuk Kembali Lebih Kuat
➡️ Baca Juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Pengelolaan Akun Anak oleh Orang Tua untuk Keamanan Lebih




